Tuesday, 29 May 2012

Siapakah Lady Gaga? mengapa batal?

 
Siapa yang tak kenal Lady Gaga (Sebutan akrabnya) nama sebenarnya adalah Stefani Joanne Angelina Germanotta (lahir di New York City, New York, Amerika Serikat, Amerika Serikat, 28 Maret 1986; umur 26 tahun), lebih dikenal dengan nama panggungnya Lady Gaga, adalah seorang penyanyi pop Amerika Serikat. Setelah tampil dalam kancah musik rock di New York bagian Lower East Side pada tahun 2003 dan kemudian mendaftar di New York University, Tisch School of the Arts, ia segera menandatangani kontrak dengan Streamline Records, sebuah anak perusahaan Interscope Records. Selama waktu awal Gaga di Interscope, ia bekerja sebagai penulis lagu untuk artis label sesama dan menarik perhatian artis rekaman Akon, yang mengakui kemampuan vokalnya, dan mengontraknya ke label miliknya sendiri, Kon Live Distribution.
 
Gaga menjadi terkenal setelah merilis album debutnya The Fame (2008), yang sukses baik secara kritik maupun komersial dan meraih popularitas internasional dengan singel "Just Dance" dan "Poker Face". Album ini mencapai nomor satu di tangga album enam negara, menduduki puncak tangga lagu Billboard Dance/Electronic Albums sekaligus memuncak pada nomor dua di tangga lagu Billboard 200 di Amerika Serikat dan mencapai posisi sepuluh besar di seluruh dunia. Album keduanya, The Fame Monster (2009), kelanjutan dari The Fame, menghasilkan dua singel nomor satu di berbagai negara yaitu "Bad Romance" dan "Telephone", sehingga dia diperbolehkan untuk memulai tur konser global kedua, The Monster Ball Tour, hanya beberapa bulan setelah selesai tur pertama, The Fame Ball Tour. Album studio kedua Born This Way, dirilis pada Mei 2011, menduduki puncak tangga album di seluruh pasar musik utama, setelah kedatangan singel "Born This Way", "Judas", dan "The Edge of Glory"—singel pertama mencapai nomor satu di negara di seluruh dunia dan merupakan penjualan singel tercepat dalam sejarah iTunes, menjual satu juta kopi dalam lima hari.

Terinspirasi oleh artis glam rock seperti David Bowie dan Freddie Mercury, serta penyanyi dance-pop seperti Madonna dan Michael Jackson, Gaga juga diketahui dalam kegemarannya di bidang fesyen, dalam penampilan dan dalam video musiknya. Kontribusinya terhadap industri musik telah mengumpulkan banyak prestasi termasuk lima Grammy Awards, serta dua belas nominasi; dua Guinness World Records; dan penjualannya diperkirakan sekitar 64 juta rekaman. Billboard memberi gelar padanya "Artis Terbaik pada Tahun 2010", dan peringkat sebagai "Artis Terbaik ke-73 pada Dekade 2000-an". Gaga telah dimasukkan dalam daftar tahunan majalah Time, yaitu Time 100 "orang paling berperngaruh di dunia" serta tercantum di sejumlah daftar tahunan majalah Forbes  termasuk "100 selebriti paling berkuasa dan berpengaruh di dunia" dan mencapai nomor satu dalam daftar tahunan "100 selebriti paling berkuasa".


Di Indonesia Konser Lady Gaga yang rencananya bakal digelar di Jakarta pada 3 Juni akhirnya resmi batal. Melalui pengacaranya, promotor Big Daddy yang mendatangkan Lady Gaga menyatakan, alasan pembatalan konser ini adalah masalah keamanan. Manajemen Lady Gaga tak ingin ada ancaman kekerasan jika konser tetap diselenggarakan.

Pembatalan konser Lady Gaga ini merupakan klimaks dari kontroversi yang sudah berlangsung lebih dari dua pekan. Beberapa kalangan, terutama dari kalangan ormas Islam garis keras seperti FPI, mengancam akan membubarkan acara jika ijin penyelenggaraan konser Lady Gaga dikeluarkan. Kabarnya kelompok ini bahkan sudah membeli 150 tiket untuk anggotanya dan siap beraksi di tengah konser.
Isu Lady Gaga sebagai pemuja setan dikembangkan. Artis pop ini memang mencitrakan dirinya sendiri sebagai mother monster, sebuah penanda yang sebenarnya biasa dalam dunia hiburan. Sebagaimana John Lennon dari kelompok the Beatles bahkan pernah menyatakan dirinya lebih besar dan lebih terkenal daripada Yesus.
Tapi rupanya banyak yang menelan mentah-mentah pencitraan Lady Gaga. Seolah ia benar-benar seorang pemuja setan, kuasa kegelapan. Seolah ia benar-benar punya kuasa merusak moral bangsa. Seolah-olah penonton Indonesia memiliki iman yang begitu tipis, sehingga gampang dipengaruhi konser musik pop.
Akal sehat, itulah yang kian hilang di antara bangsa ini. Kepolisian yang seharusnya berdiri di tengah pun kelihatan gamang, ragu-ragu, bahkan terkesan berdiri di pihak yang tidak suka Lady Gaga tampil di sini. Sungguh ini praktek bernegara yang sudah memasuki tahap mengkhawatirkan. Padahal sudah sangat jelas tugas kepolisian adalah melayani dan melindungi masyarakat, sebagai bagian tak terpisahkan dari tugas konstitusionalnya sebagai penjaga keamanan.
Dan betul juga. Begitu promotor menyatakan konser Lady Gaga dibatalkan, kelompok seperti FPI langsung tepuk tangan. Mereka merasa menang karena sudah berhasil menggagalkan penyanyi pop itu datang ke Indonesia. Satu yang tidak kita sadari, ini sebetulnya bukan soal Lady Gaga. Tapi lebih jauh dari itu, ada ruang kebebasan yang kian hari semakin terenggut dari rumah kebebasan kita.
Hari ini konser Lady Gaga dibatalkan. Hari kemarin diskusi buku dibubarkan karena alasan yang sama. Besok-besok siapa lagi yang bakal jadi korban?
Kita baru 14 tahun menikmati alam bebas hasil perjuangan para aktivis, rakyat dan mahasiswa dari rezim ketertutupan Orde Baru. Tapi kita merasakan ruang bebas dalam demokrasi digerogoti sedikit demi sedikit. Hak warga negara untuk beribadah pun sudah tak terjamin. Mereka diserang, dilempar telur busuk dan air kotoran. Celakanya, bukannya menangkap para perusuh, kepolisian justru mendesak para jemaat untuk membubarkan diri.
Apa yang diungkapkan promotor Lady Gaga betul. Konser penyanyi pop itu memang harus dibatalkan karena kepolisian Indonesia, juga pemerintahnya, ternyata sudah tak sanggup menjaga keamanan warganya. Indikator keamanan di sini sudah menunjuk ke warna merah. Dan itu berarti bahaya!

Dari pada sesuatu buruk terjadi, lebih baik tidak sama sekali... betul tidak sobat artschool?
Salam Seni